Salah satu Objek Wisata yang paling
terkenal dan menjadi ikon Bukittinggi adalah Jam Gadang yang berada
tepat di Pusat Kota. Jam Gadang adalah sebutan yang diberikan masyarakat
Minangkabau kepada bangunan setinggi 26 meter dengan bulatan jam besar
di keempat sisi bagian atasnya (“gadang” berarti besar dalam bahasa
Minang).
Bentuk atap Jam Gadang telah mengalami
tiga kali perubahan dari waktu ke waktu. Pada jaman Belanda, atapnya
berbentuk bulat dengan patung ayam jantan di atasnya. Pada waktu Jepang
berkuasa di tanah air, mereka mengganti bentuk atapnya seperti atap
klenteng. Kemudian setelah kemerdekaan diproklamirkan, bentuk atapnya
diubah menjadi bergonjong empat seperti atap rumah adat Minangkabau dan
bermotifkan pucuk rebung. Salah satu hal yang unik dari Jam Gadang ini
adalah angka romawi 4 yang ditulis IIII bukan IV.
Dibawah jam gadang, banyak andong yang
berderet rapih sebagai sarana transportasi tradisional untuk
berkeliling-keliling di kawasan pusat kota (disana namanya “Bendi”,
mirip di daerahku). Untuk masyarakat biasa, tarif yang dikenakan
biasanya Rp 2.500 jauh dekat. Sementara khusus untuk wisatawan, tarifnya
bisa membengkak hingga Rp 25.000-Rp 50.000 itu tergantung dari cara
teman-teman menawar, ssst katanya sih kalau kita pandai bahasa minang,
kita bisa mengelabui Pak Kusirnya biar dikasih harga yang murah.Hehehe
Dari Jam Gadang kita juga bisa melihat
pemandangan alam Gunung Marapi (Gunung Merapi). Walaupun sangat indah,
gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di Sumatera. Gunung ini
terletak di Kabupaten Agam, gunung ini dapat juga dilihat dari Kota
Padangpanjang dan Kabupaten Tanah Datar karena memiliki ketinggian 2.891
m, wuih tinggi juga yah. Saya sampai terkagum-kagum melihatnya.
Tidak jauh dari lokasi Jam Gadang,
teman-teman juga bisa melihat Taman Monumen Bung Hatta yang di buat
untuk mengenang jasa Bung Hatta, Putra Asli Bukittinggi yang menjadi
Wakil Presiden pertama Indonesia.
Di Bukittinggi terdapat objek wisata
Janjang Ampek Puluah (Tangga Empat Puluh), tangga dengan jumlah anak
tangga sebanyak 40 yang menjadi penghubung antara Pasar Atas dengan
Pasar Bawah. Sebenarnya masih banyak objek wisata lainnya yang ada di
Kota Bukittinggi antara lain Lubang Jepang, Ngarai Sianok, Benteng Fort
De Kock, Istana Bung Hatta, Janjang Saribu dll. Pokoknya gak nyesel deh
kalau datang ke Bukittinggi, meskipun cuma sebentar Kota Bukittinggi
akan selalu berkesan.
Tak ada yang seindah kota kelahiran sendiri :D
BalasHapus